Maba, Maluku Utara- Sebanyak 18 Pasar yang tersebar di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) saat ini dalam status mati suri alias tidak beroperasi. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Haltim, Lutfi Karim, kepada awak media saat dikonfirmasi di ruang kerjannya, Rabu (18/08/2021).
Lutfi mengatakan sesuai data yang dimiliki, Pemda Halmahera Timur telah membangun 22 pasar melalui dana APBN dan APBD, namun hanya empat pasar yang dimanfaatkan masyarakat. ”Yaitu Pasar Subaim, Pasar Buli, Pasar Kota Maba dan Pasar Wasile,” sebut Lutfi.
Kata Lutfi, untuk mengaktifkan pasar yang ada, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya baik sosialiasi maupun pemberian kunci kepada para calon pedagang, namun belum juga ada inistaif warga atau pedagang untuk menempati pasar yang ada. “Contohnya, Pasar Wayamli sudah kami serahkan kuncinya kepada pak Kades agar segera ditempati oleh pedagang, tetapi sampai saat ini tidak ditempati, begitu juga dengan pasar-pasar lainnya,” ujar Lutfi.
Sementara, lanjut Lutfi, untuk pasar yang dibangun oleh pemerintah Provinsi Malut seperti yang ada di Desa Momole Kecamatan Maba Selatan, sudah ada inisiatif para pedagang untuk menempatinya, namun Pemerintah Provinsi masih meminta waktu untuk dilakukan peresmian terlebih dahulu. “Jadi pasar di Mamole itu sudah ada yang mau tempati, tapi Pemprov masih minta waktu untuk peresmian sekaligus serah terima hibah bangunan dulu,” terangnya.
Sedangkan pasar Jiko Mobon Kota Maba yang berlokasi di Desa Soagimalaha, Lutfi mengaku sudah tidak lama lagi akan difungsikan karena para pedagang sudah mengambil kunci untuk menempati bangunan itu. “Kita berharap semua pasar yang sudah dibangun itu bisa difungsikan, tetapi lagi-lagi itu tergantung kemauan, apa mau tempati apa tidak, bagi kami tetap memberikan ruang karena sayang kalau bagunan yang ada dibiarkan kosong dan rusak,” pungkasnya. (RH-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!