Selain Obat-Obatan, RSUD Maba juga Kritis Stok Oksigen

Maba, Maluku Utara- Saat ini ketersedian oksigen di RSUD Maba, Kabupaten Haltim sangat terbatas di saat kasus Covid-19 bertambah. Pihak rumah sakit harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan oksigen,

Direktur RSUD Maba, Natsir, mengatakan stok oksigen di RSUD mulai menipis untuk memenuhi kebutuhan pasien Covid-19. Sementara untuk mendapatkan oksigen juga sangat sulit jika dipesan secara mandiri ke Ternate.

“Kita memang kesulitan pasokan oksigen saat ini. Biasanya kita pesan 50 tabung, tapi yang datang hanya 30 tabung. Makanya sebelum benar-benar kosong kita sudah pesan lagi untuk antispasi,” jelas Natsir, Rabu (28/07/2021).

Dalam kondisi seperti ini kata Natsir, biasanya pihak RSUD mengandalkan bantuan PT. Antam. Pihak Antam selalu membantu 10 tabung setiap kali diminta.

BACA JUGA  Teken NPHD Bersama KPU dan Bawaslu, Gubernur Malut Harap ASN Jaga Netralitas

“Jadi saat ini pun kami secara langsung sudah ajukan permintaan kepada PT. Antam untuk lakukan pengadaan, karena stok kita sudah mau habis, sisa beberapa tabung saja. Ini tidak cukup lagi untuk penuhi kebutuhan pasien Covid-19 saat ini,” tuturnya.

Selain kekuranagan stok oksigen, lanjut Nasir, beberapa alat kesehatan lainnya juga sudah berkurang juga termasuk vitamin dan obat-obatan lainnya juga mulai menipis. “Memang untuk obat-obatan ini juga sulit kita dapat di Ternate, begitu juga untuk masker dan alkes lainnya.  Kita sudah pesan tetapi di pasaran susah didapat. Namun kita tetap pesan dan menunggu sampai ada,” katanya.

Sedangkan untuk ketersediaan sarana prasarana pendukung, terutama tenaga medis masih siap melakukan pelayanan bagi pasien Covid-19. “Kita siapkan delapan ruang pelayanan dan ruang gawat darurat untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA  Tegas, Kesultanan Ternate Bakal Tarik Sejumlah Aset, Termasuk Lapangan Ngara Lamo

Terkait sejumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, kata Natsir, saat ini sebagian sudah dinyatakan sembuh bahkan sudah kembali menjalankan tugas. “Memang ada Petugas kesehatan yang terpapar Covid, tapi sebagian sudah sembuh dan mulai menjalankan tugas pelayanan,” terangnya.

Dijelaskan, sebagian besar pasien Covid-19 merupakan pasien rujukan dari puskesmas. ”Setiap hari RSUD Maba terima pasien Covid-19 rujukan puskesmas tujuh sampai delapan orang, selain pasien umum lainnya  yang dirujuk dari puskesmas, termasuk ibu pasien melahirkan. Tapi pasien rawat jalan kita belum buka, kita masih fokus perawatan gawat darurat,” pungkasnya. (RH-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah