Sofifi, Maluku Utara- Ketua DPD PDIP Malut Muhammad Senin mengatakan, di masa akhir jabatan AGK-Ali Yasin, DPD PDIP bakal menjadi oposisi dengan mencabut dukungan politik. Itu disampaikan Ketua DPD PDI-P Malut dalam Rapat Kerja (Raker) di hotel Sahid Bela Ternate, Kamis (01/7/2021).
Menanggapi pernyataan Ketua DPD PDI-P tersebut, Wakil Gubernur Malut, M. Ali Yasin kepada wartawan mengatakan, tidak menjadi masalah jika PDI-P menjadi oposisi. “Bagi saya tidak menjadi masalah, karena di DPP masih mengenal saya, kalau pak Gubernur saya kurang tau,” ujar Wagub, Jum’at (02/07/2021).
Menurut suami mantan Ketua DPC PDI-P Halteng itu, keluarnya PDI-P dari koalisi pemerintahan AGK-YA tidak mempengaruhi pemerintah saat ini. “Menurut saya PDI-P menarik dukungan politiknya terhadap AGK-YA juga tidak mempengaruhi jalannya pemerintahan. Nanti tunggu pak Gub datang baru kita bicarakan masalah ini,” ujarnya.
Mantan Bupati Halteng dua periode tersebut mengaku dirinya tidak bisa mengambil langkah sendiri. “Terkait keluarnya PDI-P dari koalisi pemerintahan Maluku Utara ini, saya tidak bisa mengambil langkah sendiri. Saya harus menunggu gubernur untuk kita bicarakan, karena kita kan paket,” ucapnya.
Dikatakan pula, DPP PDI-P juga sudah dilaporkan bahwa pak gub tidak lagi memperhatikan PDI-P di Maluku Utara malah lebih memperhatikan partai lain.
“DPP PDI-P sudah tau kalau pak gub sudah tidak perhatikan lagi PDI-P di Maluku Utara, malah lebih memperhatikan partai lain dan bahkan rencananya akan membangun kantor untuk partai yang bersangkutan. Inlah menyebabkan ketersinggungan kader PDI-P di Maluku Utara,” ungkapnya tanpa menyebut nama partai tersebut. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!