Tak Semua Guru Honda di Haltim Bisa Ikut Tes PPPK

Maba, Maluku Utara- Tenaga guru Honorer Daerah (Honda) yang berada di bawah naungan Departemen Agama (Depag) berpeluang tidak dapat mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Kerja (PPPK). Pasalnya, pemberlakuan PPPK sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) hanya mengisyaratkan para tenaga honor yang terinput melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Timur, Beny Sutarman, kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, sesuai mekanisme yang telah ditentukan dalam Peraturan Menteri, hanya mengisyaratkan para tenaga guru yang terkafer melalui aplikasi Dapodik.

“Ya kalau di bawah Kemenag kan tidak menggunakan aplikasi Dapodik, mereka menggunakan aplikasi lain, saya kurang tau kalau Depag, tetapi pastinya mereka tidak menggunakan dapodik, sedangkan sesuai Permen itu harus yang ada di dapodik,” jelasnya.

BACA JUGA  Ini 15 Pejabat di Pemkot Ternate yang Masuk Daftar Ukom

Selain para guru yang tidak tercatat dalam sistem Dapodik, tenaga honorer lainya yang juga belum masuk dalam sistem tersebut juga tidak bisa mengikuti seleksi tersebut. “Itu secara otomatis tidak bisa, karena itu sesuai dengan yang sudah terinput dalam data Dapodik,” katanya.

Beny juga saat dikonfirmasi guru honorer daerah yang mengabdikan diri di sekolah sekolah di bawah Kemenag, dirinya mengatakan tetap tidak terkafer dalam Dapodik karena perbedaan sistem antara Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan.

“Kalau di sekolah-sekolah yang di bawah Kementrian Pendidikan kan semuanya menggunakan sistem Dapodik, kita juga punya tenaga yang ditempatkan di sekolah-sekolah untuk menginput data guru honor ke dalam Dapodik,” ujar Beny.

Mantan Kadis DPMD Haltim itu juga menambahkan, dalam rekrutmen PPPK juga tidak semua memiliki kesempatan untuk dapat mengikuti seleksi tersebut, karena ada syarat kualifikasi yang menjadi syarat mutlak, yakni berijazah S1 dan D4. “Sedangkan tenaga pengajar kita juga ada yang hanya D3, D1 dan ada juga yang SMA,” ungkapnya.

BACA JUGA  Bupati Rusli Perkuat Akses Morotai: Tiket Pesawat Murah hingga Kapal Cepat 30 Menit

Ditambahkan, untuk kepastian rekrutmen PPPK, dirinya mengaku masih menunggu kepastian edaran dari Kemenpan RB. “Belum ada edaran, jadi kepastian waktunya kita masih menunggu, begitu juga untuk data yang akan ikut PPPK sudah langsung terinput di sistem,” ucap Beny.

Sementara itu, untuk kesiapan tempat seleksi, dirinya mengatakan sesuai arahan Bupati, pelaksanaan tes akan dilaksanakan di SMPN 3 Haltim karena sudah dilengkapi internet. “Kita sudah lakukan pengecekan di lapangan, fasilitasnya sudah ada tinggal untuk server dari Kemenpan,” ungkapnya menutup. (RH-*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah