Di Halsel, Kasus Diare Terus Meningkat

Halsel, Haliyora

Penyakit Diare di Kabupaten Halmahera Selatan terus meningkat setiap tahun. Sementara, Dinas Kesehatan  Halmahera Selatan disebut belum maksimal tangani penyakit diare.

Hal itu disampaikan langsung Kabid P2P Dinkes Halsel Hi Latahan, saat diwawancarai sejumlah awak media diruang kerjanya, Kamis (22/4/2021).

Kata Latahan, Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Halsel sudah mengerahkan dokter dan mengirim obat bersama tim puskesmas untuk menangani dan mengontrol namun belum maksimal.

“Dinkes Halsel sudah mengontrol dan menangani peyakit diare namun belum maksimal,” ungkap Latahan mengakui.

BACA JUGA  10 OPD Andalan Pemerintahan Sherly-Sarbin

Ia juga menjelaskan, laporan kasus diare di Desa Kawasi akibat lingkungan kotor, begitu banyak air yang tergenang yang tidak begitu diperhatikan masyarakat sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat.

Latahan bahkan mengaku tidak mengantongi data kasus diare pada Tahun 2021 ini. Ia juga mengelak saat ditanyakan jumlah kasus pasien diare tahun ini (2021).

“Laporan jumlah kasus diare di Halsel memang ada dan meningkat namun jumlahnya belum dilaporkan,” tutur Latahan.

Sementara menurut data kasus diare di Halsel, pada tahun 2019 sebanyaj 24 kasus, diantaranya 22 sembuh dan dua orang meninggal.

BACA JUGA  Tim SAR Sisir Perairan Sula Cari Nelayan yang Hilang Rabu Kemarin

Sedangkan kasus yang sama pada tahun 2020 sebanyak 96 kasus. Sementara pada Tahun 2021 periode Januari-Maret 2021 saja sudah mencapai 134 kasus, dua diantaranya meninggal.

Sesuai data, sebarannya di dua desa yakni Desa Galala sebanyak 41 orang, satu pasien meninggal, sedangkan di Desa Kawasi sebanyak 90 kasus diare dan dua orang meninggal, sehingga total kasus meninggal akibat diare sebanyak tujuh orang. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah