Ternate, Haliyora
Aksi Teror dengan modus bom bunuh diri di gereja Katedral Kota Makassar Sulawesi Selatan, pada Minggu, 27 Februari 2021 dikecam berbagai pihak.
Di Maluku Utara misalnya, kecaman dan kutukan datang dari Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) dan Ikatan Alumni PMII Maluku Utara.
Kini DPD PDI-P Maluku Utara juga mengutuk keras aksi tak berperikemanusian itu.
Adalah Ketua DPD PDI-P Maluku Utara Muhammad Sinen yang menyampaikan kutukan dan kecaman kepada pelaku bom bunuh diri.
Atas nama PDI-P, Muhammad Sinen menyebut kelompok manapun yang melakukan aksi teror bom itu adalah kelompok radikal yang ingin mengacaukan negara untuk kepentingan merusak persatuan Indonesia.
Menurutnya, aksi teror dalam bentuk apapun dan atas nama kepentingan apapun tidak dibenarkan, baik konstitusi negara apalagi dalil agama.
Dia mengingatkan jangan sampai ada pihak tertentu memanfaatkan situasi tersebut dengan membuat pernyataan seakan-akan aksi bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar itu ada kaitannya dengan agama islam, lantaran sasaran pelaku di gereja.
“Islam adalah agama damai. Islam hadir untuk menuntun ummat menuju keselamatan dunia akhirat. Kepentingan terorisme adalah mengoyak persatuan bangsa Indonesia, dan hal itu hanya sia-sia belaka,” ujar Muhammad Sinen yang juga wakil walikota Tidore
Tambahnya, Indonesia adalah negara demokrasi berlandaskan Pancasila yang sangat mengutamakan dan menjunjung persaudaraan antar anak bangsa. Jadi jangan ada yang coba-coba ingin merusak persatuan dan persaudaraan rakyat dengan dalih apapun.
“Radikalisme tidak dibenarkan dan tidak akan dibiarkan rakyat tumbuh di tanah nusantara, tanah NKRI,” tandasnya.
Masyarakat Maluku Utara dihimbau untuk cerdas menyikapi peristiwa bom bunuh diri di Makassar. ”Jangan terpancing dengan ulah kelompok-kelompok frustasi yang gemar membuat kerusakan itu. Tuhan tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan,” pungkasnya. (Red-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!