Tidore, Haliyora
Dinas Pertanian (Distan) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), fokus mengembangkan padi Gogo di dataran Oba pada tahun 2021.
Pasalnya, sudah banyak permintaan beras dari kualitas padi tersebut. Padi jenis Gogo saat ini paling banyak dipesan oleh PT. IWIP.
Hal ini diakui Kepala Dinas Pertanian Tikep Imran Jasim saat dikonfirmasi, Rabu (06/01/2021).”Iya memang benar, PT. IWIP saat ini banyak memesan beras Gogo dari Oba. Makanya kita akan fokos kembangkan penanaman padi gogo di Oba tahun ini,” ujarnya.
Penanaman padi gogo menjadi fokus pemkot Tidore, lantaran saat ini produksi beras jenis itu masih terbatas, sementara permintaan tinggi.
“Kita fokus penanaman padi gogo karena saat ini produksinya terbatas sementara permintaannya tinggi,” kata Imran.
Untuk itu, dinas pertanian Tikep, sambung Kadis, tengah mempersiapkan pembangunan irigasi di Desa Kayulaka, Kecamatan Oba Selatan dengan anggaran sebesar Rp 44 miliar dari APBN, yang saat ini sudah masuk tahapan tender proyek.
“Kalau Irigasi itu sudah jadi, maka sudah bisa fokus untuk pengembangan padi di Kecamatan oba. Sekarang ini Karena belum ada irigasi sehingga petani kita masih batanam sayur mayur,” ungkap Imran.
Imran menjelaskan, sebelum adanya irigasi, produksi padi gogo yang ditanam di lahan kering mencapai 3-4 ton beras per hektar. ”Mudah-mudahan ke depan produksi petani meningkat dengan adanya irigasi,” harapnya.
Katanya, di 2021 ada bantuan bibit padi gogo melalui APBN untuk ditanami pada lahan seluas 300 hektar. “Insya Allah dengan bantuan ini, pengembangan padi Gogo di Tidore bisa berjalan sesuai rencana,” harapnya.
Kadis juga berharap, tahun ini pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan bibit padi gogo. “Kami juga berharap Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara juga dapat membantu bibit,” imbuhnya. (Ata-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!