Ada Motif Asmara Dibalik Terbakarnya Kantor Desa Hino Morotai

Morotai, Haliyora

Dua hari lalu, tepatnya, pada Selasa (24/11/2020)  kantor desa Hino dilalap si jago merah. Polisi menduga ada orang yang sengaja membakar kantor itu. Dugaan mengarah kepada seseorang yang masih dirahasiakan identitasnya oleh pihak kepolisian. Kini Polisi membentuk tim untuk memburu pelaku yang diduga melarikan diri ke hutan. Polisi juga meminta pelaku menyerahkan diri.

Keterangan ini disampaikan Kabag Ops Polres Pulau Morotai, AKP Samsul Bahri Handji kepada haliyora via Watsapp, Kamis (26/11/2020).

“Polres sudah mengantongi nama terduga pelaku pembakar kantor desa. Kami sudah menghimbau agar dia menyerahkan diri. Namun begitu kami juga sudah bentuk tim untuk memburu terduga pelaku yang sekarang melarikan diri ke hutan. Berdoa saja, mudah-mudahan secepatnya pelaku ditangkap atau menyerahkan diri, sehingga kita bisa tau motifnya, “tulis Samsul dalam pesan singkat Whatsapnya, Kamis (26/11/2020).

BACA JUGA  Oba Selatan Minta Jatah Lebih di 2023

Meski disebutkan dugaan pelaku melarikan diri, namun kata Samsul, polisi belum menetapkan yang bersangkutan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kalau pelaku tidak segera menyerahkan diri atau tim belum menangkapnya, maka dipastikan Polres akan memasukkan yang bersangkutan dalam Daftar Pencariang Orang (DPO), terang Samsul.

Sementara informasi yang dihimpun Haliyora, kebakaran di Kantor Desa Hino itu bermotif asmara.

BACA JUGA  27 Unit Rumah di Makassar Timur Kota Ternate Dapat Bantuan dari Kemenkeu

Informasi itu menyebutkan, dugaan pelaku berinisial  JO menjalin asmara dengan FPN (34), janda dua anak yang tinggal di kantor desa Hino. JO merasa kesal, lantaran pada Selasa subuh (24/11/2020), FPN tidak merespon ketika dibangunkan JO. Karena kesal, lantaran kekasihnya tidak menanggapi keinginannya sehingga nekat membakar kantor yang sementara FPN sedang tidur di kantor itu. 

Menurut AKP Samsul, FPN sebagai korban juga dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi.

“Sejumlah saksi yang berkaitan langsung dengan peristiwa telah dimintai keterangan yakni sejumlah perangkat Desa dan FPN sebagai korban yang tinggal di kantor Desa,” imbuhnya. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah