Bawaslu Ternate Antisipasi Money Politik di Minggu Tenang

Ternate, Haliyora

Pemilihan walikota dan wakil walikota Ternate tinggal menghitung hari. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ternate, Kifli Sahlan kembali mengingatkan paslon dan tim suksesnya untuk taat kepada prosedur dan norma pilkada, terutama mengindari praktek politik uang (money politik).

Kata Kifli, dalam indeks kerawanan pemilu di susun Bawaslu kota Ternate, money politik masih mejadi trend di masing-masing pasangan calon, dan itu diprediksi terjadi pada waktu minggu tenang sampai hari H pemungutan.

Untuk itu, kata Kifli, Bawaslu sudah mewanti-wanti kepada seluruh jajaran panwas agar mewaspadai dan mengawasi secara ketat potensi praktek money politik, terutama pada minggu tenang hingga pemungutan dan perhitungan suara.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Jangan Pasif Terkait Pengelolaan Plaza Gamalama

“Bawaslu sudah melakukan pemetaan terhadap indeks kerawanan untuk money politik, dan strateginya kami sudah sampaikan kepada jajaran kami di tingkat panwascam hingga pengawas TPS yang baru di lantik untuk waspada dan super aktif terhadap dugaan pelanggaran money politik jelang pemungutan dan penghitungan di tanggal 9 Desember,” ujar Kifli via Whatsap, Minggu (22/11/2020).

BACA JUGA  Hadang Money Politik, Bawaslu Ternate 'Gandeng' Tokoh Masyarakat

Kifli juga mengingatkan kepada siapa saja, terutama paslon dan pendukungnya bahwa money politik termasuk pidana pemilu.

“Prinsipnya money politik sebagaimana termaktub dalam UU nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada, menegaskan bahwa pemberi dan penerima keduanya mendapatkan sanksi, dan di dalam UU itu dikatakan setiap orang. Jadi siapa saja yang diduga melakukan tindak pidana pemilihan maka sudah pasti Bawaslu akan melakukan proses penegakan hukum kepada yang bersangkutan,” pungkasnya. (Ichal-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah