Ternate, Haliyora
Beberapa kali msyarakat Pulau Hiri mengancam akan memboikot pilwako Ternate jika dermaga Hiri tidak dibangun dalam tahun ini sesuai janji Pemkot Ternate.
Kini dermaga Hiri sudah mulai dikerjakan dengan membangun ruang tunggu terlebih dahulu. Namun nampaknya pihak kontraktor melaksanakan pekerjaannya tidak sesuai dengan spek sehingga dibongkar kembali.
Seperti diketahui, dalam Rancangan Umum Pengadaan (RUP) ruang tungu dermaga harus dibangun baru dengan pagu anggaran Rp 200 juta, bukan merenofasi bangunan lama. Namun bangunan lama ruang tunggu itu hanya dibongkar dindingnya, sementara tiang dan fondasinya tetap utuh dan langsung disusun batu bata.
Pantauan Haliyora, pada Rabu (18/11/2020), beberapa warga sekitar lokasi dermaga menyambapaikan pekerjaan dinding bangunan baru dilaksanakan dua hari lalu, dan pada rabu siang, pihak dinas perhubungan Kota Ternate selaku penanggungjawab proyek mendatangkan alat berat dan membongkar seluruh bangunan termasuk fondasinya.
Ketika dikonfirmasi Haliyora, pada rabu (18/211/2020), Kadis Perhubungan Kota Ternate, Faruk Albar mengatakan, pihaknya membongkar ulang ruang tunggu yang bar dikerjakan itu karena pihak kontraktor tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan spek atau RUP.
“Saya suruh bongkar, karena bukan dibuat baru malah mereka melakukan renovasi. Kerja mereka tidak beres,”ujar Faruk sedikit emosi.
Diketahui, bangunan ruang tunggu Dermaga Hiri dikerjakan oleh CV. Cahaya Pelita. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!