Ternate, Haliyora
Pendapatan Asli Daerah Kota Ternate mengalami penurunan sebagaimana tergambar dalam APBD Perubahan. Olehnya, DPRD Kota Ternate akan memanggil Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) untuk menanyakan perihal turunnya PAD tersebut.
Ketua DPRD kota Ternate Muhajirin Bailussy memaparkan, pendapatan daerah secara keseluruhan yang mulanya atau sebelum APBD Perubahan dianggarkan sebesar Rp 1.093.762.225.600, mengalami penurunan sebesar Rp. 79.804.264.389, atau turun 7,3% sehingga menjadi sebesar Rp 1.013.957.961.211,-
Hal ini lebih kecil dibandingkan dengan total belanja sebesar Rp.1.133.762.225.600, dalam APBD Induk yang berkurang Rp. 87.110.778.938,- setelah perubahan.
“Dengan rincian Pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah,” ungkapnya pada sejumlah wartawan, Selasa (06/10).
Karenanya, pada Rabu besok (07/10), DPRD Kota Ternate akan memanggil BP2RD untuk menanyakan turunnya target pendapatan di APBD Induk yang mengalami penurunan kurang lebih Rp 87 Miliar. Muhajirin menyebut, terjadi penurunan drastis dari sumber-sumber pendapatan lainya.
Ditambahkan Muhajirin, koleganya di Komisi III dan komisi II DPRD akan melakukan pertemuan dengan BP2RD untuk memastikan pendapatan.
Ia justru meragukan, karena sumber-sumber pendapatan pada bulan ini cenderung mengalami kenaikan.
“Maksudnya kalau misalnya naik itu berarti kita harus berada di angka Rp 73 miliar, harus bisa ditargetkan naik dari angka yang sudah ditetapkan itu untuk sektor pendapatan,” pungkasnya. (Sam-Pr)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!