Halsel Masuk Zona Disiplin Pelanggaran Sedang Netralitas ASN

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu Halsel Kahar Yasim (foto: Asbar/Haliyora.com)

Halsel, Haliyora.com

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merilis Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) masuk kategori sedang dalam pelanggaran netralitas keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam politik praktis. Pelanggaran itu dilakukan para ASN di Halmahera Selatan yang direkomendasikan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Halsel Kahar Yasim, saat ditemui Haliyora.com Selasa (18/8) di ruang kerja Kantor Bawaslu Desa Tomori Kecamatan Bacan Selatan, mengatakan bahwa pelanggaran netralitas ASN di Halsel tercatat sangat tinggi dibandingkan Kabupaten/Kota lain di Malut. Katanya, saat ini Halsel masuk kategori disiplin sedang, oleh KASN ada tiga kategori disiplin yaitu ringan, sedang dan berat.

“Sekalipun baru masuk disiplin sedang, tapi dapat menghambat pengangkatan PNS, apalagi Kalau pelanggaran sampai tingkat berat maka yang bersangkutan bisa dipecat,” ujar Kahar.

Lanjut Kahar, memang Halsel ini cukup banyak PNS yang sering melanggar kode etik ASN dalam setiap momen pemilihan baik Pileg maupun Pilkada.

Belum lama ini kata Kahar, Bawaslu Halsel juga sudah mengirimkan atau melaporkan 10 ASN di KASN Jakarta.

“Sejauh ini setiap pelanggaran ASN yang kami kirim ke KASN selalu diproses dan diberi sanksi sesuai pelanggaran yang dibuat,” aku Kahar.

Menurut Kahar, Bawaslu juga diperintahkan KASN untuk mengawasi selama 14 hari setelah KASN memberi sanksi kepada yang bersangkutan. Pengawasan ini terkait dengan eksekusi kepala daerah/bupati kepada yang bersangkutan jika terbukti melanggar netralitas selaku PNS.

Lebih jauh lagi, terkait tindak lanjut 10 ASN itu, Kahar mengaku masih terkendala pandemi Covid-19 sehingga sampai saat ini belum ada arahan dari KASN terhadap 10 ASN itu.

“Kita belum dapat konfirmasi dari KASN terhadap 10 pelanggar itu,” tutur Kahar.

Sementara itu, Koordinator Devisi HPP Asman Jamel, saat diwawancarai Selasa (18/8) diruang kerjanya menyampaikan, memang 10 berkas ASN yang dilaporkan ke KASN itu hingga kini belum ada progres, pekan kemarin kami dikonfirmasi KASN bahwa berkas dokumen yang saya antar itu tercecer, sehingga belum lama ini Bawaslu Halsel mengirim berkas lewat email, dan KASN sudah menerima, “tunggu progresnya,” ujar Asman. (Asbar-PN)

Pos terkait