Ternate, Haliyora.com
Akhirnya Pemkot Ternate mengakui kelemahan Perwali 13 dan 14, setelah angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Ternate terus meningkat pasca New Normal.
“Memang betul, Perwali 13 dan 14 itu tidak ada sanksi pidana, karena yang kita harapkan adalah kesadaran masyarakat dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Itu yang diutamakan dengan harapan, angka positif Covid-19 di Kota Ternate mengalami penurunan,” Itu yang disampaikan Sekertaris Kota Ternate, Jusuf Sunya saat dikonfirmasi Haliyora.com lewat WhatsApp, Selasa (16/06/2020).
Jusuf menambahkan, diterbitkannya Perwali 13 dan14 itu agar Pemkot terus mengevaluasi penanganan Covid-19 setiap saat sehingga memudahkan Pemkot untuk melakukan langkah menuntaskan pendemi.
Sebelumnya, DR. Mohtar Adam, Pengamat Kebijakan Publik menilai Pemkot Ternate gagal menerapkan New Normal. Dikatakan gagal kata dia, disebabkan Pemkot memberlakukan New Normal tanpa skema. Akibatnya jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kota Ternate bukanya menurun, malah meningkat tajam pasca New Normal.
Mohtar juga menegaskan, mengharapkan kesadaran masyarakat akan tumbuh dengan hanya melalui himbauan bahkan dengan Perwali adalah harapan kosong, karena disamping tidak memahami karakter warganya, juga karena pemimpin di Kota ini tidak memiliki leadership yang kuat, tidak punya power untuk mempengaruhi warganya. “makanya Perwali dianggap sebagai guyonan,”ujar Mohtar seperti dikutip media ini pada, Minggu (14/06/2020).
Masih menurut Mohtar, jika pemimpin tidak punya power maka setiap kebijakan dan atau peraturan yang dikeluarkan haruslah didukung dengan peraturan dan skenario pada tahapan berikutnya, dan kebijakan itu harus disiapkan sehingga menimbulkan efek jera. (Sam)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!