Sekkot Ternate : Disiplin dan Kepatuhan, Kunci Pemutusan Mata Rantai Covid

Ternate, Haliyora.com

Ternate saat ini sedang melakukan pengaturan kembali penanganan covid atau relaksasi dengan standar kesehatan yang lebih ketat. Kebijakan ini dilakukan agar semua orang patuh terhadap upaya pemutusan mata rantai covid ini, kata Sekretaris kota Ternate Jusuf Sunya saat dihubungi Haliyora.com, Minggu (7/6/2020) melalui WhatsApp.

Katanya, Sejauh ini Tim Gugus tetap melakukan evaluasi terkait progres dan upaya-upaya preventif dalam penanganan covid. Kita mengharapkan kesadaran semua elemen masyarakat secara partisipatif mendukung pelaksanaan pengaturan ini dengan harapan ada penurunan tingkat penyebaran.

“Melihat trend saat ini ternate masih kategori zona dengan penyebaran tinggi, karena itu dilakukan upaya-upaya pengaturan dan kontrol terhadap setiap aktivitas publik dengan standar kesehatan yang ketat.”ujar Jusuf

BACA JUGA  Tiga Kecamatan di Halsel Produksi Sampah hingga 13,721 Ton 

Dibeberapa tempat kata Jusuf, masih ada longgar dari pengawasan, karena itu kita terjunkan tim pengawasan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, agar setiap aktivitas sosial dan publik tetap dalam koridor protokol kesehatan.

Jusuf menambahkan, di jalan-jalan dan pasar, serta beberapa pusat keramaian, imbauan dan sosialisasi wajib pakai masker semakin diintesifkan agar masyarakat semakin meningkatkan kesadaran dan kepatuhan.

“Kita berharap agar seluruh elemen masyarakat semakin sadar, disiplin, patuh dan berperan serta, untuk bersama pemerintah melakukan kegiatan dan upaya yang lebih nyata. Kita tetap melakukan evaluasi dan kontrol agar pengaturan dan pemulihan ini berjalan baik,” imbuh Jusuf

BACA JUGA  DPRD Minta Masyarakat Dilibatkan Pada Seleksi Calon Direksi dan Pengawas Perumda Ake Gale Ternate

Katanya lagi, kunci dari pemutusan mata rantai covid ini adalah disiplin diri dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, yaitu pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak atau kurangi berkerumun. Hal ini penting sehingga kedepan kita bisa keluar dari pendemi ini.

“Pemerintah tetap melakukan kontrol dan pengetatan, tetapi kalau masyarakat acuh tau dan kurang disiplin maka pemutusan mata rantai penyebaran ini susah dilakukan.”tutur Sekot . (Sam)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah