Pemprov Maluku Utara Siapkan Strategi Jaga Stok LPG di Tengah Gejolak Global

Dalam kesempatan itu, Samsuddin juga menyampaikan empat arahan strategis gubernur untuk memperkuat rantai pasok LPG di wilayah kepulauan.

Pertama, Pertamina diminta mengkaji kemungkinan suplai langsung dari Sorong ke Ternate guna mempersingkat jalur distribusi. Kedua, Dinas Perhubungan didorong mengusulkan trayek tol laut khusus LPG dengan rute Ambon–Ternate atau Sorong–Ternate kepada Kementerian Perhubungan.

Ketiga, pemerintah provinsi akan mempercepat kajian pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Sofifi sebagai solusi jangka panjang. Keempat, akan dibentuk tim kecil lintas sektor yang bertugas merumuskan skema charter bersama maupun subsidi angkut melalui APBD dalam waktu dekat.

BACA JUGA  Karo BPBJ Malut : Batas Akhir Lelang Proyek 30 Juli 2023

Tim tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perhubungan, serta Bank Indonesia. “Pesan gubernur jelas, stok harus aman, distribusi lancar, dan harga tetap wajar. Jangan sampai masyarakat kembali menggunakan minyak tanah karena LPG terlalu mahal,” kata Samsuddin.

FGD ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara, pimpinan perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

BACA JUGA  Operasi SAR Pencarian Korban Kapal LCT yang Tenggelam di Laut Batang Dua Kembali Dibuka

Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap ketersediaan energi di Maluku Utara tetap terjaga di tengah tekanan global, sekaligus memastikan masyarakat tidak terdampak oleh potensi gangguan distribusi. (RS/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah