Dalam kesempatan itu, Samsuddin juga menyampaikan empat arahan strategis gubernur untuk memperkuat rantai pasok LPG di wilayah kepulauan.
Pertama, Pertamina diminta mengkaji kemungkinan suplai langsung dari Sorong ke Ternate guna mempersingkat jalur distribusi. Kedua, Dinas Perhubungan didorong mengusulkan trayek tol laut khusus LPG dengan rute Ambon–Ternate atau Sorong–Ternate kepada Kementerian Perhubungan.
Ketiga, pemerintah provinsi akan mempercepat kajian pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Sofifi sebagai solusi jangka panjang. Keempat, akan dibentuk tim kecil lintas sektor yang bertugas merumuskan skema charter bersama maupun subsidi angkut melalui APBD dalam waktu dekat.
Tim tersebut akan melibatkan pemerintah daerah, Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perhubungan, serta Bank Indonesia. “Pesan gubernur jelas, stok harus aman, distribusi lancar, dan harga tetap wajar. Jangan sampai masyarakat kembali menggunakan minyak tanah karena LPG terlalu mahal,” kata Samsuddin.
FGD ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara, pimpinan perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap ketersediaan energi di Maluku Utara tetap terjaga di tengah tekanan global, sekaligus memastikan masyarakat tidak terdampak oleh potensi gangguan distribusi. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!