Daruba, Maluku Utara – Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai mencatat lonjakan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di triwulan pertama tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Rusli–Rio, capaian PAD berhasil menembus angka lebih dari Rp 4,4 miliar, meningkat drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada triwulan pertama tahun 2025, PAD Morotai hanya berada di kisaran Rp 379 juta. Lonjakan ini menunjukkan peningkatan lebih dari sepuluh kali lipat, sekaligus menjadi indikator awal keberhasilan strategi optimalisasi pendapatan daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Pulau Morotai, Rafiq A. Bayan, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari upaya intensif pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan pajak dan retribusi.
“Kami terus melakukan optimalisasi terhadap pajak dan retribusi daerah serta memberikan respons cepat kepada OPD pengelola PAD di Pulau Morotai,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Meski capaian Rp 4,4 miliar tersebut belum memenuhi target yang telah ditetapkan, pemerintah daerah menilai angka ini sebagai progres yang cukup baik di awal tahun.
Rafiq menegaskan bahwa pihaknya tetap optimistis dapat mengejar target PAD hingga akhir tahun 2026. “Memang belum mencapai target, tetapi capaian ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kami optimistis hingga 31 Desember 2026 bisa mendekati target yang ditetapkan,” katanya.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemda Morotai menargetkan PAD sebesar Rp 53.195.770.629. Target tersebut bersumber dari sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan kontribusi terbesar berasal sembilan OPD. Antara lain: BPKAD sebesar Rp 24.155.560.000 dan Lain-lain PAD yang Sah sebesar Rp 2.827.925.233.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!