Nasri juga menilai keberadaan pedagang musiman di area terminal berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama terkait rasa keadilan bagi pedagang tetap yang selama ini rutin membayar retribusi kepada pemerintah daerah.
Menurut dia, jika pedagang musiman ditempatkan di lokasi yang lebih strategis di dalam terminal, sementara pedagang lama yang telah berkontribusi melalui pembayaran retribusi berada di bagian belakang, kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan.
“Pedagang yang sudah lama berdagang dan rutin membayar retribusi tentu akan merasa tidak adil jika pedagang musiman justru ditempatkan di posisi yang lebih strategis,” jelasnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Ternate akan terus melakukan penataan kawasan terminal agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Penataan juga dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan berlangsung tertib serta tidak mengganggu fungsi fasilitas publik.
Nasri berharap, melalui langkah tersebut kawasan Terminal Gamalama menjadi lebih rapi, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas transportasi di Kota Ternate. Ia juga mengimbau para pedagang untuk berjualan di lokasi yang telah ditetapkan pemerintah agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan publik. (*RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!