Menurut Hayatuddin, hasil penilaian menunjukkan variasi yang cukup beragam, seiring perbedaan karakter, pola pikir, serta pendekatan peserta dalam memahami persoalan daerah. “Wawancara difokuskan untuk menggali sejauh mana kandidat memahami Kabupaten Pulau Taliabu secara utuh. Yang dicari adalah kemampuan melihat persoalan secara holistik, bukan parsial,” ujarnya.
Ia menambahkan, aspek inovasi menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian, termasuk kemampuan menganalisis masalah dan merumuskan solusi lintas sektor. Menurutnya, sebagian besar peserta memiliki pengalaman panjang bekerja di Taliabu, namun menawarkan perspektif yang berbeda-beda.
Terkait hasil akhir seleksi, Hayatuddin menegaskan pihaknya masih menunggu rekomendasi resmi dari BKN. Setelah itu, hasil seleksi akan diumumkan secara terbuka kepada peserta dan publik. “Kami menunggu rekomendasi BKN. Hasilnya nanti akan diumumkan secara transparan,” katanya.
Hayatuddin juga menjelaskan bahwa pejabat eselon III yang mengikuti seleksi ini memiliki peluang untuk dipromosikan ke jabatan eselon II. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada capaian nilai masing-masing peserta. “Kalau belum memenuhi standar penilaian, tentu belum bisa dipromosikan. Kami harap mereka dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk asesmen berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu menginginkan pimpinan OPD yang tidak hanya loyal, tetapi juga memiliki kompetensi dan kemampuan inovatif dalam menyelesaikan persoalan daerah. “Yang dibutuhkan bukan sekadar loyalitas, tetapi kepemimpinan, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah,” kata Hayatuddin. (RHM/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!