Kepala Desa Bobisingo, Mujir Bulele, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan jembatan Kali Aru ambruk pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.00 WIT, saat intensitas hujan berada pada titik tertinggi.
“Oprik jembatan Kali Aru putus karena dihantam derasnya arus banjir. Curah hujan tinggi selama dua hari berturut-turut menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga merusak badan jembatan,” ujar Mujir saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, sebelum jembatan putus, aliran sungai Kali Aru telah meluap dan menggerus struktur penyangga jembatan. Kondisi tersebut diperparah oleh kuatnya arus air yang berlangsung cukup lama.
Warga setempat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan menangani kondisi tersebut. Pasalnya, jembatan Kali Aru merupakan akses vital penghubung antar desa dan kecamatan, serta menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Galela Utara dan Loloda Utara. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!