Martono menegaskan bahwa kehadiran kapal perintis merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kepastian jadwal transportasi laut bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan terpencil.
“Pelabuhan Jorjoga kini tidak lagi sekadar bangunan fisik, tetapi telah menjadi pusat baru pergerakan ekonomi masyarakat. Kami berharap kapal ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui jalur distribusi dan perdagangan yang lebih terbuka,” tuturnya.
Ia menambahkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Taliabu akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan fasilitas penunjang pelabuhan guna memastikan kenyamanan penumpang serta kelancaran arus barang di masa mendatang.
“Dengan bersandarnya KM Sabuk Nusantara 57 di Pelabuhan Jorjoga, mata rantai distribusi di Pulau Taliabu kini semakin kuat dan terintegrasi,” pungkas Martono. (RHM/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!