Daruba, Maluku Utara – Pulau Morotai merupakan salah satu daerah terluar yang berada di Maluku Utara. Pulau ini dikenal sebagai sebuah permata di Samudera Pasifik.
Tidak hanya itu, Pulau Morotai juga memukau dengan keindahan alamnya serta menyimpan catatan kelam sekaligus heroik dari sejarah dunia.
Selain itu, Morotai juga dikenal sebagai salah satu pulau terluar Indonesia, Morotai adalah destinasi penting bagi para penikmat wisata sejarah, khususnya yang terkait dengan Perang Dunia II dan Operasi Trikora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, berdiri sebuah monumen bersejarah yang seharusnya menjadi kebanggaan nasional yaitu Museum Trikora PD II. Lokasinya strategis, hanya berjarak sekitar 12 menit dari pusat kota Daruba.
Monumen ini menyimpan erat memori pendaratan pasukan Sekutu Amerika Serikat di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur pada tahun 1944, sebuah bagian krusial dari Operasi Tradewind yang menandai awal pertempuran sengit antara Amerika dan sekutunya versus Jepang di pulau tersebut.
Meski memiliki museum yang indah dan diresmikan secara megah oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012 lalu. Akan tetapi, museum tersebut kini telah terbengkalai dan sangat menyedihkan.
Diketahui, museum yang didirikan oleh Kementerian Kebudayaan dan diresmikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012 ini dahulunya merupakan rumah bagi berbagai benda bersejarah, mulai dari senjata, peluru, hingga artefak peninggalan Perang Dunia II lainnya. Ia adalah sebuah jendela masa lalu yang menarik minat wisatawan mancanegara untuk menapaki jejak sejarah global di ujung timur Indonesia.
Namun, wajah museum yang dulunya megah di masa itu kini menyimpan kisah yang memilukan. Pasalnya, kondisi bangunan yang dipantau pada Sabtu (29/11/2025), menunjukkan kerusakan parah dan terkesan tidak terurus.
Muhlis Saramin, salah satu penjaga Museum Trikora PD II, dengan nada prihatin menceritakan kondisi tersebut. Menurutnya, kerusakan ini telah terjadi sejak sebelum masa pemerintahan saat ini, dimulai setelah penyerahan aset dari Kementerian Kebudayaan kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai pada tahun 2019.
“Waktu masih dibawa Kementerian Kebudayaan bangun sangat bagus. Pada masa pemerintah Benny Laos dan Asrun Padoma sekitar tiga empat tahun setelah diserahkan sudah mulai rusak tak terurus,” ungkapnya, Sabtu (29/11/2025).
Halaman : 1 2 Selanjutnya









