Sanana, Maluku Utara – Rapat Paripurna penyampaian nota Pengantar KUA-PPAS tahun 2026 Senin dini hari tadi (24/11/2025). Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula akan menghadapi tantangan fiskal berat pada tahun anggaran 2026.
Berdasarkan rancangan kebijakan umum APBD dan rancangan PPAS 2026, total anggaran daerah mengalami penurunan signifikan dibandingkan APBD Perubahan 2025. Penurunan terutama dipicu oleh berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat.
Pendapatan daerah tahun 2026 direncanakan hanya mencapai Rp 639,29 miliar, turun jauh dibandingkan pendapatan dalam APBD-P 2025 yang sebesar Rp 979,2 miliar. Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp 339,91 miliar atau 34,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penurunan paling besar datang dari pendapatan transfer, yang hanya mencapai Rp 611,72 miliar pada 2026, turun dari Rp 945,42 miliar pada 2025. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga turun dari Rp 31,77 miliar menjadi Rp 22,82 miliar.
Sejalan dengan turunnya pendapatan, belanja daerah 2026 turut disesuaikan. Pemkab Kepulauan Sula hanya mengalokasikan Rp 656,95 miliar untuk belanja daerah, turun Rp 343,05 miliar (34,3 persen) dari belanja tahun 2025 yang mencapai Rp 1 triliun.
Pemangkasan paling signifikan terjadi pada belanja modal. Jika di APBD-P 2025 belanja modal mencapai Rp 269,59 miliar, maka pada 2026 dirancang hanya Rp 9,77 miliar. Pemangkasan ini mencerminkan terbatasnya ruang fiskal daerah akibat penurunan pendapatan dari pusat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









