Ternate, Maluku Utara – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara melaporkan kinerja ekonomi regional yang kembali mencatatkan lonjakan signifikan. Pada Triwulan III Tahun 2025, perekonomian Maluku Utara tumbuh 39,10 persen (yoy), didorong oleh ekspansi industri pengolahan dan sektor pertambangan yang menopang proses hilirisasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Sakop, dalam kegiatan media briefing rutin Torang Pe APBN edisi November 2025 di Kantor Wilayah DJPb Malut, Senin (24/11/2025).
Sakop menjelaskan bahwa di tengah pertumbuhan yang tinggi, stabilitas ekonomi makro Maluku Utara tetap terjaga. Inflasi tercatat hanya sebesar 1,18 persen, menunjukkan stabilitas harga yang relatif terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertumbuhan ekonomi ini juga diiringi peningkatan pada sejumlah indikator kesejahteraan. IPM Maluku Utara naik menjadi 72,52, sementara angka kemiskinan turun hingga 6,32 persen,” ujar Sakop.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









