Selaku pemerintah daerah, ia meminta secara khusus kepada perwakilan Organda yang hadir untuk ikut mengkoordinir para sopir agar dapat membantu mensukseskan gerakan ‘Jumat Bersih’ yang digalakkan itu.
“Kebersihan adalah harga mati, karena agama telah mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman,” jelasnya.
Sementra itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Perekonomian Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Taher Husain, mengatakan bahwa kondisi pelabuhan Sofifi penuh dengan sampah, maka pihaknya akan menindaklanjuti gerakan ‘Jumat Bersih’ yang disampaikan itu.
Ia menjelaskan, Kota Tidore Kepulauan menjadi garda terdepan dalam hal kebersihan kota. Ini dilakukan demi misi mengejar Adipura Kencana, meski di tengah-tengah keterbatasan fiskal daerah.
Dalam setiap rapat, baik dari Pemerintah Daerah, Organda dan pihak terkait sepakat menggalakkan sosialisasi kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Karena melihat kenyataan dilapangan, kesadaran masyarakat akan membuang sampah sangat memprihatinkan.
“Karena itu, keberhasilan harus menjadi hasil kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!