Jadi Sorotan Publik, Dirut RSUD Labuha Akui Limbah Medis Menumpuk Akibat Ini

Terpisah, Direktur RSUD Labuha dr. Titin Andriyani mengakui ada kesalahan pengelolaan limbah medis. Walau begitu, limbah medis yang saat ini menumpuk di luar dari lingkungan RSUD.  

“Kita juga mengakui itu kesalahan kita, namun sampah itukan diluar rumah sakit, asumsi kita karena di Desa marabose banyak juga yang petugas medis yang membuka praktek, makanya dalam apel tadi saya sudah sampaikan jika ada limbah medis di kumpulkan saja ke rumah sakit nanti akan diserahkan ke pihak ketiga untuk dimusnahkan,” papar dr. Titin saat diwawancarai.

BACA JUGA  Ingin Gereja Imanuel Dibangun Dalam Setahun, Haji Robert Bantu Rp 10 Miliar

Menurut Titin, saat ini limbah medis belum bisa diangkut ke Kota Ternate untuk dimusnahkan karena mesin insinerator milik Dinkes setempat belum dioperasikan lantaran terkendala izin. Olehnya itu, untuk mengurai limbah medis, pihaknya harus bekerjasama dengan pihak ketiga. “Sebab rumah sakit kan harus melakukan pelayanan, tidak mungkin kita hentikan pelayanan sehingga limbah tersebut akan dikumpulkan di dus kemudian di lakban selanjutnya pihak ketika langsung yang akan ambil di tempat,” tutupnya.

BACA JUGA  Mantan Pemain Timnas Abduh Lestaluhu Siap Gempur Malut United di Gelora Kie Raha

Sebelumnya, pada Agustus lalu, warga di sekitar RSUD Labuha mengeluhkan menumpuknya limbah medis di samping rumah sakit tersebut. Selain menumpuk, limbah medis yang tercampur sampah milik pasien rumah sakit sudah mengeluarkan bau busuk sehingga dikeluhkan warga. (RAF/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah