Sementara itu, salah satu pekerja proyek renovasi kediaman gubernur yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui oleh media ini di lokasi mengatakan, untuk saat ini ia belum tahu terkait progres 75 persen yang dijelaskan oleh PPK. Menurutnya, dalam pekerjaan renovasi rumah dinas gubernur dibagi dalam beberapa tim. Dirinya lantas mempertanyakan progres 75 persen yang diklaim PPK itu.
“Dalam pekerjaan ini dibagi dalam beberapa tim, ada yang tangani furniture, ada juga sipil, bahkan yang tangani plafon juga beda-beda pak, jadi kalau progres 75 persen dan kapan selesainya proyek ini saya juga tidak tahu,” ungkep pekerja itu, Selasa (2/9/2025).
Menurut pekerja tersebut, bahkan timnya memperkirakan pekerjaan ini membutuhkan waktu dua bulan lebih agar dapat menyelesaikan pemasangan furniture. Hal ini disebabkan lamanya pekerjaan dikarenakan lambatnya material yang masuk.
Ia meneruskan, untuk target selesainya bulan Oktober di tim yang mengerjakan furniture hanya dapat menyelesaikan sebagian saja. Bahkan ia juga belum bisa memastikan seperti yang disebut PPK kalau dapat diselesaikan awal Oktober.
“Kalau di fortniture kurang lebih dua bulan baru selesai, karena kadang terjadi keterlambatan material, kalau target penyelesaian di awal Oktober di tim kami paling sebagian dan kalau total selesainya secara keseluruhan kami belum bisa memastikan karena tadi itu, soal keterlambatan material,” tandasnya. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!