Kapolres perempuan pertama di Ternate itu bahkan menegaskan tak segan-segan menindak tegas para oknum yang merusak fasilitas publik. “Jika pengrusakan dan anarkis terjadi kami tindak tegas, itu wajib hukumnya. Dan warga disini juga sudah berkomitmen, boleh saja berorasi menyampaikan aspirasi, tetapi apabila anarkis maka warga akan turun membantu kepolisian,” ujarnya.
Sebagai informasi, dalam pengamanan unjuk rasa di Ternate, sedikitnya 800 aparat gabungan TNI-POLRI yang diturunkan, dengan rincian 300 dari Polres, 100 dari Brimob Polda Maluku Utara, 30 dari Samapta Polda, dan 150 personel TNI.
Mereka menjaga di beberapa titik lokasi yang menjadi rute aksi. Seperti di jalur Bandara, dimana sudah ditempatkan 1 pleton Dalmas dan Brimob, dan TNI AL.
Kemudian di Mako Polres Ternate juga disiapkan 55 orang anggota Polres Ternate dan dibantu 30 orang anggota Kodim. Sementara di Kantor DPRD Ternate, ada sebanyak 3 peleton Dalmas kurang lebih 100 orang, ditambah 1 Pleton Brimob dan 100 personel dari Korem. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!