BMKG juga mencatat adanya peningkatan ketinggian gelombang laut sebagai dampak dari kondisi cuaca ekstrem. Gelombang setinggi hingga 2 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, khususnya rute pelayaran dari Ternate menuju Jailolo, Sofifi, Bacan, Obi, Sanana, Mangoli, Batang Dua, dan Morotai.
“Perairan di wilayah Maluku Utara saat ini terdampak gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem. Kondisi ini harus diwaspadai oleh masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut,” tegas Zaky.
Ia juga mengungkapkan, dinamika cuaca saat ini dipengaruhi oleh keberadaan bibit siklon tropis yang berkembang di Samudra Pasifik dekat wilayah Filipina. Meskipun jauh, fenomena tersebut berdampak langsung terhadap cuaca di kawasan Maluku Utara.
“Bibit siklon tropis ini kerap muncul pada bulan Agustus hingga Oktober, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan di periode ini karena cuaca sangat dinamis,” ujarnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama bagi yang bermukim di daerah lereng atau tebing curam.
“Kami juga mengingatkan masyarakat pesisir dan para nelayan untuk membatasi aktivitas pelayaran demi menghindari risiko akibat gelombang tinggi. Selalu pantau informasi resmi cuaca melalui BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!