Wakil Ketua DPRD Minta Pemkab Halteng Kaji Ulang Rencana Rekrut Guru dari Jawa

Weda, Maluku Utara – Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, mengkritisi rencana pemerintah daerah mendatangkan guru kontrak dari Pulau Jawa pada tahun 2026. Menurutnya, persoalan utama pendidikan di Halteng bukan terletak pada jumlah tenaga pendidik, melainkan pada distribusi yang timpang di sejumlah wilayah.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah sebelumnya mengumumkan akan merekrut guru dari luar daerah melalui skema kontrak satu tahun, menyusul pengesahan APBD Perubahan 2025. Kebijakan itu disebut sebagai upaya strategis menjawab kekurangan tenaga pengajar, khususnya di kecamatan-kecamatan yang kekurangan guru tetap.

BACA JUGA  Direktur RSUD Bakal Dilelang, Gubernur: Dalam Waktu Dekat Bersama 6 OPD

Namun Munadi berpandangan lain. Ia menyebutkan, realitas di lapangan menunjukkan adanya penumpukan guru di sejumlah titik, sementara daerah lain justru mengalami kekosongan.

Katong (kami di Halteng) ini bukan kekurangan guru, tapi distribusi guru tidak merata karena ada penumpukan di beberapa tempat. Misalnya di SP2 Waleh, jumlah guru hampir sama banyak dengan jumlah siswa,” ujar Munadi kepada wartawan, Jumat (1/8/2025).

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Halteng Minta Polisi Abaikan Laporan Tambang: Jangan Kriminalisasi Warga Sagea
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah