Begini Kronologi Banjir di Sula yang Menewaskan Ibu dan Anak

Faisal menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan salah satu warga, banjir mulai menggenangi pemukiman warga sekitar pukul 00.00 WIT dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 60 cm. Saat kejadian, banyak warga yang masih tertidur pulas.

Pemerintah desa mengambil tindakan cepat dengan mengumumkan melalui pengerasan suara di masjid untuk mengimbau warga agar segera mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, seperti balai desa, masjid, dan rumah warga lain yang tidak terdampak.

BACA JUGA  Kampanye di Sula, Ihsan-Darwis : Suara Kami Suara HAS Malut

Sekitar pukul 04.00 WIT, Rahim Umamit, saudara laki-laki dari salah satu korban, pergi menuju rumah adiknya setelah mengetahui keduanya belum terlihat di tempat pengungsian.

Ketika tiba, dia menemukan rumah tersebut terkunci dari dalam. Dengan terpaksa, Rahim mendobrak pintu belakang dan menemukan kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di ruang tengah, tepatnya di samping meja makan.

BACA JUGA  Banjir Genangi Tempat Pemakaman Umum di Morotai

“Posisi ibu terlentang dengan kepala mengganjal pintu, sedangkan anaknya tengkurap di samping ibu,” jelasnya.

Faisal menambahkan, dugaan penyebab kematian berdasarkan informasi awal dari warga karena tersentrum. “Kedua korban diduga meninggal akibat korsleting listrik dari kulkas yang terendam udara dengan ketinggian sekitar 50 cm,” tambah Faisal. (RMT/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah