“Ini bukan pekerjaan mudah. Di tengah era digital, guru tidak lagi cukup menjadi penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga agen pembentuk karakter dan nilai moral,” tegasnya.
Sekda juga menyoroti pentingnya posisi PGRI sebagai kekuatan moral dan sosial yang strategis dalam menghadapi kompleksitas tantangan pendidikan, mulai dari digitalisasi, perubahan kurikulum, hingga pemerataan kualitas pendidikan. Ia mendorong PGRI agar terus memperkuat kapasitas kelembagaan, menjaga soliditas organisasi, serta menjadi mitra kritis dan solutif bagi pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan, baik melalui penyediaan sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru, maupun penguatan karakter peserta didik,” ujarnya.
Ia pun menutup sambutannya dengan harapan agar sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah terus terjalin erat untuk melahirkan generasi Morotai yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!