Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menetapkan target ambisius untuk meningkatkan fasilitas kesehatan demi memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Namun, kondisi terkini bangunan RSUD Sofifi sangat memprihatinkan.
Dibangun menggunakan dana pinjaman sebesar 123 miliar dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), bangunan yang seharusnya menjadi simbol harapan kini terlihat terlantar dan mulai terlupakan.
Proyek ini dikerjakan oleh PT. Karya Bisa pada tahun 2022 lalu. Awal kontrak kerja dilakukan sejak 6 Juni 2022. Pekerjaan dimulai 7 Agustus dengan waktu pelaksanaan 442 hari (14 bulan) kalender.
Adapun proyek ini telah dicairkan uang muka sebesar Rp 18 miliar atau 15 persen Sayangnya pada Agustus 2023 lalu, PT. SMI sebagai penyedia dana pinjaman melakukan pemutusan kontrak dengan Pemprov sehingga membuat proyek ambisius ini tak bisa lagi dilanjutkan. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!