Ternate, Maluku Utara – Bagai bola salju yang bergulir, pencemaran di Teluk Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, terus menjadi sorotan dari berbagai kalangan. Setelah Wakil Ketua DPRD Munadi Kilkoda, Direktur Eksekutif WALHI Maluku Utara Faizal Ratulea, dan Ketua Fraksi Gerindra, Novianti Anwar, kini akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Prof. Dr. Muhammad Aris.
Prof Aris mengungkapkan keprihatinannya terhadap pencemaran lingkungan di Teluk Weda yang dinilai berbahaya bagi kesehatan manusia.
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unkhair itu menyebut, hasil riset yang dilakukan dua tahun lalu bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara, Auriga Nusantara, menunjukkan bahwa kadar logam berat, khususnya merkuri, di perairan Teluk Weda telah melampaui ambang batas aman berdasarkan baku mutu lingkungan hidup sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009.
“Logam berat itu terakumulasi ke plankton, kemudian dimakan oleh ikan kecil, ikan kecil ini dimakan ikan besar, dan ikan besar inilah dimanfaatkan oleh warga sekitar. Kalau dikonsumsi maka logam berat yang ada di dalam tubuh ikan itu akan terkumpul juga di dalam tubuh manusia, namanya biomagnifikasi itu yang sudah sampai di manusia. Itulah yang dideteksi oleh Nexus3 kemarin bersama Universitas Tadulako” papar Aris, kepada wartawan Haliyora.Id, Minggu (1/6/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!