Sebelumnya, bahaya pencemaran di Teluk Weda diperingatkan oleh Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, kepada pemerintah daerah, terutama DLH. Munadi merujuk hasil riset WALHI dan akademisi Unkhair tahun 2023, serta Nexus3 Foundation dan Universitas Tadulako tahun 2024.
Selain itu, aktivis lingkungan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini menyebutkan bahwa kadar arsenik pada ikan telah melonjak hingga 20 kali lipat dibandingkan tahun 2007. Bahkan merkuri telah ditemukan dalam darah sejumlah warga pesisir.
Rivani Abdul Rajak membantah adanya pencemaran logam berat seperti merkuri dan arsenik di Teluk Weda. Ia menyebut kualitas air masih dalam batas aman berdasarkan uji laboratorium DLH, dan menyangsikan validitas sampel ikan serta darah warga yang dijadikan dasar riset yang dirujuk Munadi.
Sanggahan tersebut kembali dikritik keras Munadi. Ia menilai Rivani sedang menghindari kenyataan. Sebab data riset dari lembaga yang dikutip, telah berulang kali mengindikasikan peningkatan kadar logam berat di wilayah Teluk Weda dari tahun ke tahun.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!