Wilayah pesisir Galela Utara memang dikenal dengan kekayaan lautnya. Namun, tidak semua nelayan memiliki akses pada alat tangkap yang layak. Di sinilah Rusli melihat celah untuk bertindak. Ia memulai dari hal sederhana: merenovasi perahu fiber milik Fahjan, seorang nelayan dari Desa Tutumaloleo. Bersama dua pemuda desa lainnya, Asri dan Darwin, mereka berhasil menyelesaikan perbaikan bodi perahu fiber dalam waktu dua minggu.
“Inilah bentuk kecil dari mimpi besar saya. Saya ingin mendirikan usaha mikro kecil untuk pembuatan dan perbaikan perahu fiber. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi soal membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya dan mandiri di tanah kelahiran sendiri,” tutur Rusli kepada wartawan Haliyora.Id, Jumat (23/5/2025).
Inisiatif Rusli lahir dari kepeduliannya terhadap tingginya tingkat pengangguran di Kabupaten Halmahera Utara. Ia percaya, dengan memberdayakan potensi lokal seperti industri perahu fiber, pemuda pesisir, seperti di desanya, bisa menjadi ujung tombak yang ikut menggerakkan roda pembangunan ekonomi daerah.
“Di sini, perahu bukan sekadar alat transportasi, tapi alat produksi utama. Kalau perahu nelayan rusak, maka satu keluarga bisa kehilangan sumber penghasilan. Maka, dengan memperbaiki perahu, kita sejatinya memperbaiki harapan,” jelas Rusli.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!