Kepala DLH Halut : Penanganan Eceng Gondok di Danau Galela Butuh Kolaborasi Bersama

Menurut Yudhihart, selain sebagai objek destinasi wisata, danau Galela punya manfaat lain yaitu sebagai sumber air minum karena sirkulasi air di danau tersebut tidak mengalir keluar, berbeda dengan danau di Telaga Paca. “Jadi sirkulasi perputaran air itu dia berjalan. Karenanya di danau Galela bisa jadi sumber air minum bagi warga sekitar, maka perlu dijaga dan dirawat,” ujarnya.

BACA JUGA  Dinas PUPR Halsel Pastikan Hotmix Jalan Pulau Makian Dilanjutkan Pekan Depan 

Yudhihart lantas menyarankan agar di dalam Perda tersebut juga mengatur soal kelestarian danau Galela, seperti membuat aturan atau larangan membuang membuang sampah di danau tersebut.

“Kolaborasi dalam proses penanganan eceng gondok itu juga penting, mulai dari pusat, provinsi, hingga daerah. Kalau hanya dari Pemda saja tidak mampu, karena daerah anggarannya terbatas. Penanganan eceng gondok itu butuh kolaborasi instansi, PU, lingkungan hidup, badan bencana. Selain itu juga semua juga harus butuh pengawalan, tidak begitu saja,” tutup Yudhihart. (RR/Red)

BACA JUGA  Warga Desa di Kepsul ini Rela Bertaruh Nyawa Demi Akses Internet
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah