Fahri berharap masalah itu segera selesai sehingga ada pelayanan kepada masyarakat. “Ya mudah-mudahan Pemda cepat bayar TPP itu supaya pegawai-pegawai bisa jalankan aktivitas pelayanannya di masyarakat,” ucapnya.
Hingga pukul 13.06 aktivitas di OPD-OPD yang ada di kantor Bupati belum dibuka. Beberapa ASN yang ditemui media ini di kantor Bupati, mengaku kecewa dengan Pj Bupati.
“Kami sakit hati karena Pemda seperti tidak peduli. Hak kami seolah dianggap tidak penting. Jika tidak ada kejelasan, kami akan mogok kerja,” ujar mereka.
Mereka menegaskan bahwa jika TPP tidak dibayarkan maka aktivitas pelayanan juga tidak berjalan. “Jadi aktivitas pelayanan tidak berjalan karena ulah para pejabat kita dalam hal ini Bupati dan Kaban Keuangan yang tidak memberikan penjelasan soal TPP. Makanya kami juga harus mogok kerja, supaya masyarakat bisa tahu, tidak ada pelayanan karena ulah siapa. Jadi jangan asal kami kerja lalu hak-hak kami tidak mau dibayar,” kecamnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!