Untuk mengatasinya, Merlisa meminta kepada pihak rekanan agar segera memperbaiki jalan yang sudah rusak parah itu. Ini juga atas permintaan warga yang disepakati bersama pihak rekanan. “Diharapkan sebelum tahun berakhir proyek tersebut harus segera diselesaikan,” tegas Merlisa.
Selain itu, sambung Merlisa, kerusakan badan jalan menuju Dehepodo juga terjadi karena longsor akibat banjir. Untuk itu, Pemprov segera mengambil solusi untuk menanganinya, karena ini akses yang sangat vital bagi masyarakat di dua wilayah yakni Tidore Kepulauan dan Halmahera Selatan.
“Dua ruas jalan Payahe-Dehepodo dan Saketa-Dehepodo diharapkan menjadi prioritas pemerintah untuk segera diselesaikan, memang di tahun 2025 ada DAK sekitar Rp 20 miliar lebih untuk ruas jalan Saketa-Dehepodo, namun apakah mungkin bisa dituntaskan, kita lihat nanti kerjanya seperti apa,” tandasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!