Samsul menceritakan, saat Camat datang ke rumah Kades, menggunakan mobil dinas, tapi nomor plat mobilnya sudah dibuka. Sebelum terjadi insiden tersebut, Camat sudah menyuruh salah satu tim Deny-Qubais untuk mengambil data masyarakat.
“Jadi Camat suruh salah satu tim Deny-Qubais untuk kumpul nama-nama masyarakat supaya besok malam dilakukan eksekusi. Itu saksi kami juga ada. Makanya tuntutan kami adalah camat harus diberhentikan. Kalau misalnya tuntutan kami ini tidak terealisasi oleh Bupati maka kami akan memalang kantor camat,” tegasnya.
Sebelumnya, warga Desa Wayabula, tangkap basah camat Pardi Sumtaki bersama sejumlah tim sukses salah satu paslon yang melakukan pertemuan di rumah Kepala Desa Wayabula, Minggu (24/11) malam pukul 21.30 Wit. Camat nyaris diamuk oleh warga sekitar. Beruntung, hal itu secara cepat dilerai oleh masyarakat dan petugas keamanan. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!