Menurut Ariance pihaknya telah berusaha untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar pengadaan gedung belajar namun hingga kini belum juga direalisasikan oleh pemerintah daerah. “Saya sudah berusaha sampaikan ke pihak pemerintah daerah namun hingga kini kami belum dapat pembangun gedung belajar siswa,” pungkasnya.
Terpisah, kepala dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Indra Faris ketika dikonfirmasi soal penyebab kebakaran, dirinya mengaku belum mengetahui pasti, termasuk kerugian atas insiden ini.
“Namun untuk fasilitas yang terbakar yaitu 61 meja, dan juga 61 kursi, ditambah 1 buah lemari, 1 papan tulis, dan 61 tas milik siswa-siswi yang tertinggal dalam kelas,” kata Indra. (Mg02/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!