Dia menyebut warga yang belum masuk dalam DPT tersebut terdapat di Desa Gotalamo dan Desa Desa Rahmat. “Di Desa Gotalamo kami hanya ambil sampel sebanyak 35 orang ternyata terdapat 100 sekian orang yang belum masuk di DPT. Di Desa Rahmat kami coba ambil sampel diatas 10 orang, ternyata ada 26 orang yang belum masuk dalam DPT,” tuturnya.
Olehnya itu, pihaknya minta KPU dan Bawaslu mengambil langkah agar para pemilih tersebut bisa masuk dalam DPT.
Menanggapi hal itu, Kadiv Perencanaan Data dan Informasi KPU Pulau Morotai, Sitti Marwah Kharie menyarankan tim Rusli-Rio memasukan pemilih yang belum masuk DPT itu ke KPU, jika data yang disampaikan otentik.
“Nah, kalaupun tim paslon Rusli-Rio punya bukti otentik, maka pasca ini nama-nama yang dianggap belum terdaftar di dalam DPT itu bisa dimasukan datanya ke Kasubag di KPU. Supaya kita ambil sampel dari 100 itu kita ambil sampel 20 orang. Misalkan ada, kita akan sama-sama lakukan uji petik lanjut yang 100 orang itu,tapi kita ambil sampel yang 20 orang dulu,” jelas Sitti
Langkah itu dilakukan KPU, jelas Sitti, bukan berarti KPU tidak mengakomodir pemilih dimaksud. “Tapi kalau mereka tidak ada bukti otentik, maka tidak mungkin langsung kami akomodir di dalam DPT ini,” tegas Sitti.
“Karena bisa jadi yang 100 orang itu tidak ada di dalam daftar pemilih di Morotai Selatan, tetapi ada di DPT Kecamatan Morotai Timur atau Kecamatan lain, kan seperti itu. Jadi kami uji petik di dalam lingkup Kecamatan Morotai Selatan saja,” tambahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!