Jenderal bintang satu itu bilang, sehingga profesionalitas dan netralitas menjadi penekanan kepada anggota reskrim dalam menjalankan tugas di Pilkada tahun 2024 mendatang.
“Terlebih lagi, Krimum beserta jajarannya, itu mereka terwadahi dalam Pilkada ini yang disebut dengan Gakkumdu (Penegakkan Hukum Terpadu),” ucapnya.
Ditegaskan, bahwa bagian dari Gakkumdu (Gakummdu dibentuk untuk menangani dugaan pelanggaran pemilu maupun pilkada) tersebut maka anggota harus profesional jangan sampai tebang pilih. Semua harus merata dalam memasukan bukti-bukti data dan fakta.
Stephen menyebut juga, bahwa selain Krimum semu sakter dirinya telah kelilingi, sudah banyak satker yang sudah, termasuk Intel dan Krimsus. Sedangkan yang belum ialah Brimob, Samapta. “Karena saya juga ke wilayah-wilayah Hukum lain, saat ini sudah 6 wilayah hukum yang saya kunjungi,” kata Stephen.
Dirinya berharap, meskipun Polda Malut personil masih sangat kurang, dimana personil capaian anggotanya baru 40 persen tidak sampai 50 persen, “Namun personil kita adalah personil yang tangguh walaupun jumlahnya belum mencukupi,” pungkasnya. (Riv/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!