Dikatakannya, pemerintah China mengundang 14 kepala desa yang tersebar di Indonesia, untuk mengikuti program tersebut. “Adapun seluruh pembiayaan perjalanan dan akomodasi selama kegiatan Village Head Benchmarking Program akan ditanggung oleh Pemerintah China, sedangkan pembiayaan pembuatan dokumen paspor dan biaya perjalanan dari daêrah menuju Jakarta dan akomodasi selama di Jakarta akan dibebankan kepada anggaran daerah atau anggaran desa masing-masing,” tuturnya.
Untuk diketahui, Sahatu M Saleh selain berkapasitas sebagai kepala desa, dirinya juga merupakan ketua APDESI Halmahera Timur saat ini. (RH/Adv/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!