“Dalam keputusan DPP kita hargai, di sisi lain masyarakat menginginkan Sasha calon, juga saya sebagai orang tua pasti mendoakan yang terbaik untuk Sasha bisa calon lewat partai lain biar masyarakat yang akan menentukan pemimpin masa depan Taliabu” jelas Ahmad Hidayat Mus kepada haliyora id, Kamis, (1/8/2024) via pesan WhatsApp.
AHM menilai keputusan DPP Partai Golkar sangat keliru. Kandidat calon Gubernur Malut ini beralasan meskipun keputusan ini ranah kekuasaan DPP, namun keputusan DPP tanpa pertimbangan hasil survey dan tentunya bakal berdampak nihil hasilnya.
“Tetap bersama masyarakat Taliabu untuk calon Bupati, sebagai figur yang siap dan mumpuni sesuai harapan masyarakat Taliabu terlihat dari hasil survey yang dilakukan pertama, indikator Sasha sangat diinginkan masyarakat dan hasil survey ke 2 akan selesai tanggall 3-4 Agustus. Keputusan DPP Golkar sudah keluar, yang disayangkan DPP tidak mempertimbangkan suara rakyat di survey pertama,” kesal AHM sapaan akrabnya Ahmad Hidayat Mus.
AHM tetap kukuh mendorong putrinya calon Bupati di Pilkada Pulau Taliabu. Dia menyatakan semua punya hak politik memilih dan dipilih, apalagi putrinya memiliki elektabilitas tertinggi. Sahsabila sendiri telah mengantongi rekomendasi DPP PKS dan partai politik lainya sebagai kendaraan politiknya di Pilkada Pulau Taliabu.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!