Irwan menegaskan, mulai besok dan seterusnya baik siapapun yang menggunakan lapangan tersebut tanpa mengajukan permohonan izin maka pihak kesultanan tak segan-segan membubarkan kegiatan yang dilaksanakan. “Kami sampaikan lagi, bahwa lokasi yang merupakan bagian kedaton Kesultanan Ternate akan diambil alih kembali. Sebab, mulai Senin 24 Juni 2024, kami akan menyurat kepada TNI, Polri, Polda, Polres dan Kodim serta Korem, bahwa gedung Ngara Lamo akan diambil alih oleh Kesultanan Ternate. Karena sudah lama kami sengaja membiarkan, namun dengan peristiwa ini, maka sudah tidak ditolerir lagi,” ujarnya.
Sementara, Letnan Alfiris Kesultanan Ternate, M. Ronny Saleh, menambahkan, bahwa penggunaan Ngara Lamo harus ada izin dan mendapatkan persetujuan dari dari Kesultanan Ternate. Apabila ada pihak tertentu yang tidak mendapatkan izin dari Kesultanan Ternate, maka akan dihentikan dengan segala cara dan siap menerima resiko.
“Jadi jangan lagi ada rasa memiliki, karena wilayah ini bagian integral dari Kesultanan Ternate. Sementara Ngara Lamo pada bulan Oktober akan difungsikan kembali oleh Bobao Delapan Belas,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!