Menurut Haryadi, seharusnya Pemprov Malut sudah mengantisipasi anggaran persediaan hewan kurban sehingga ketika datang momen seperti ini tak lagi dibuat pusing.
“Ini hari besar umat muslim dan kita ini mayoritas di Maluku Utara adalah muslim, dengan kejadian ini sangat memalukan bagi kita karena ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun,” sesalnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Maluku Utara, Fadly U. Muhammad mengakui bahwa tahun ini Pemprov melalui Biro Kesra tidak menganggarkan pembelian hewan kurban dengan alasan karena kegiatan ini tak dimasukan oleh Kepala Biro yang lama.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!