Dia mengaku, utang ke pihak farmasi skema pembayarannya sekaligus menurut BPKAD, dimana ada pagu yang ditetapkan tiap bulan dibayarkan.
Selain itu, ada juga utang Alat Kesehatan (Alkes) sekitar Rp 2 miliar di tahun 2023. Utang ini kata Sylvia, juga sudah diproses, tinggal menunggu pembayaran saja karena Surat Permintaan Pembayaran (SPD) sudah ada.
“Memang kemarin juga pihak ketiga tidak lagi mau memberikan tambahan obat, tapi setelah kita kasih keterangan ke mereka bahwa sudah ada SP2D utang langsung mereka mau berikan,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!