Secara teori, lanjutnya, siklonik terjadi karena adanya daerah bertekanan rendah sehingga terjadi perpindahan massa udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah (ke daerah siklonik). Hal ini menimbulkan penumpukkan massa udara. Penumpukkan ini memicu pertumbuhan awan secara signifikan sehingga mampu menimbulkan hujan yang disertai angin kencang dan guntur.
Dari faktor-faktor tersebut, maka berpotensi terjadinya cuaca ekstrim di Maluku Utara khususnya Kepulauan Sula.” Dari awan hujan yang disebut sebagai awan Cumulonimbus, di dalam awan tersebut terjadi adanya arus naik (updraft) dan turun (downdraft). Arus turun atau downdraft inilah yang dirasakan di muka bumi sebagai angin kencang yang ditimbulkan oleh awan Cumulonimbus. Selain itu juga awan tersebut menimbulkan guntur,” terangnya
Dengan terjadinya hujan terus menerus hingga terukur melebihi 50 mm, kata Maulydia, maka dikategorikan sebagai hujan lebat. Dan biasanya disertai angin kencang dan guntur maka warga diminta waspada dampak cuaca tersebut

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!