Tradisi Unik Warga Muslim di Bali saat Bukber, Ada Sejak Abad ke 17

- Editor

Minggu, 24 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Mugibung warga Muslim Bali saat berbuka puasa. (foto/ANTARA)

Tradisi Mugibung warga Muslim Bali saat berbuka puasa. (foto/ANTARA)

Haliyora.id, Nasional – Bulan Ramadan adalah momen yang selalu dinantikan oleh umat Muslim untuk menjalankan ibadah berpuasa. Salah satu hal unik yang dilakukan umat Muslim di Bali adalah berbuka puasa (Bukber) dengan tradisi Megibung. 

Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dikenal memiliki beragam budaya dan tradisi serta toleransi yang tinggi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu dapat dilihat dari tradisi Megibung saat berbuka puasa yang dilakukan oleh umat Muslim Kepaon di daerah Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Bali.

Disadur dari ANTARA, Megibung merupakan budaya makan bersama dengan yakni nasi yang ditempatkan dalam satu wadah yang diisi nasi, lauk pauk serta sayuran. 

Kemudian lima hingga enam orang warga Kampung Islam Kepaon duduk melingkar saat masuk waktu berbuka puasa untuk menyantap bersama menu Megibung itu setelah salat Magrhib di Masjid Al Muhajirin Kepaon.

BACA JUGA  Jamaah Umroh Morotai Resmi Dilepas ke Tanah Suci

Megibung di Kampung Islam Kepaon hadir hanya tiga kali selama Ramadan yakni 10 hari pertama bulan puasa, kemudian hari ke-20 dan hari ke-30.

Sejarah Megibung di Bali

Dari sumber  karangasemkab.go.id menyebutkan, tradisi Megibung ini dikenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. 

Saat itu, Karangasem dalam ekspedisinya menaklukkan Raja-raja yang ada di tanah Lombok. Ketika istirahat dari peperangan, raja menganjurkan semua prajuritnya untuk makan bersama dalam posisi melingkar yang belakangan dikenal dengan nama Megibung. Bahkan, raja sendiri konon ikut makan bersama dengan prajuritnya.

Megibung dimulai dari masak masakan khas tradisional Bali secara bersama-sama, baik itu nasi maupun lauknya. Setelah selesai memasak, warga kemudian menyiapkan makanan itu dengan meletakkan nasi putih  dalam satu wadah yang disebut gibungan, sedangkan lauk dan sayur yang akan disantap disebut karangan.

BACA JUGA  Tak Pakai Pengeras Suara, Masjid Ini Ada Sebelum Wali Songo

Tradisi megibung ini biasanya diadakan ketika masyarakat melaksanakan upacara adat dan keagamaan, terutama di daerah Karangasem, misalnya dalam Upacara Yadnya seperti pernikahan, odalan di pura, ngaben, upacara tiga bulanan, dan hajatan lainnya.

Berdasarkan historisnya, umat Muslim memang telah menjadi bagian dari Bali dalam kurun waktu yang lama. Seperti halnya tradisi Megibung yang dilakukan oleh Kampung Islam Kepaon itu sudah berlangsung lama sejak mereka mendiami wilayah di Desa Pemogan, Denpasar Selatan sekitar abad ke-17. (Red)

Berita Terkait

Jamaah Umroh Morotai Resmi Dilepas ke Tanah Suci
Wabup La Ode Yasir Hadiri Zikir dan Doa Bersama Dalam Peringatan Hari Santri 2025
STQH Ke XXVIII Tingkat Provinsi Malut Diikuti Ratusan Peserta dari Kabupaten/Kota
Jalin Kebersamaan di Bulan Ramadhan, Bhabinkamtibmas Desa Kawalo Berbagi Takjil untuk Warga Kawalo-Woyo
Jelang Akhir Ramadhan, BAZNAS Kota Ternate Ajak Kaum Muslimin Salurkan Zakat
Realisasi Pengumpulan Zakat BAZNAS Ternate Tahun Lalu Meleset, Ini Penyebabnya
Safari Ramadhan, Kapolres Halteng Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Memahami Puasa
Berita ini 277 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 16:00 WIT

Jamaah Umroh Morotai Resmi Dilepas ke Tanah Suci

Rabu, 22 Oktober 2025 - 11:20 WIT

Wabup La Ode Yasir Hadiri Zikir dan Doa Bersama Dalam Peringatan Hari Santri 2025

Senin, 16 Juni 2025 - 12:17 WIT

STQH Ke XXVIII Tingkat Provinsi Malut Diikuti Ratusan Peserta dari Kabupaten/Kota

Jumat, 28 Maret 2025 - 20:12 WIT

Jalin Kebersamaan di Bulan Ramadhan, Bhabinkamtibmas Desa Kawalo Berbagi Takjil untuk Warga Kawalo-Woyo

Rabu, 26 Maret 2025 - 01:11 WIT

Jelang Akhir Ramadhan, BAZNAS Kota Ternate Ajak Kaum Muslimin Salurkan Zakat

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!