Tradisi Unik Warga Muslim di Bali saat Bukber, Ada Sejak Abad ke 17

- Editor

Minggu, 24 Maret 2024 - 15:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Mugibung warga Muslim Bali saat berbuka puasa. (foto/ANTARA)

Tradisi Mugibung warga Muslim Bali saat berbuka puasa. (foto/ANTARA)

Haliyora.id, Nasional – Bulan Ramadan adalah momen yang selalu dinantikan oleh umat Muslim untuk menjalankan ibadah berpuasa. Salah satu hal unik yang dilakukan umat Muslim di Bali adalah berbuka puasa (Bukber) dengan tradisi Megibung. 

Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dikenal memiliki beragam budaya dan tradisi serta toleransi yang tinggi. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu dapat dilihat dari tradisi Megibung saat berbuka puasa yang dilakukan oleh umat Muslim Kepaon di daerah Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Bali.

Disadur dari ANTARA, Megibung merupakan budaya makan bersama dengan yakni nasi yang ditempatkan dalam satu wadah yang diisi nasi, lauk pauk serta sayuran. 

Kemudian lima hingga enam orang warga Kampung Islam Kepaon duduk melingkar saat masuk waktu berbuka puasa untuk menyantap bersama menu Megibung itu setelah salat Magrhib di Masjid Al Muhajirin Kepaon.

BACA JUGA  Tips Menjaga Hakikat Puasa Ramadhan

Megibung di Kampung Islam Kepaon hadir hanya tiga kali selama Ramadan yakni 10 hari pertama bulan puasa, kemudian hari ke-20 dan hari ke-30.

Sejarah Megibung di Bali

Dari sumber  karangasemkab.go.id menyebutkan, tradisi Megibung ini dikenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. 

Saat itu, Karangasem dalam ekspedisinya menaklukkan Raja-raja yang ada di tanah Lombok. Ketika istirahat dari peperangan, raja menganjurkan semua prajuritnya untuk makan bersama dalam posisi melingkar yang belakangan dikenal dengan nama Megibung. Bahkan, raja sendiri konon ikut makan bersama dengan prajuritnya.

Megibung dimulai dari masak masakan khas tradisional Bali secara bersama-sama, baik itu nasi maupun lauknya. Setelah selesai memasak, warga kemudian menyiapkan makanan itu dengan meletakkan nasi putih  dalam satu wadah yang disebut gibungan, sedangkan lauk dan sayur yang akan disantap disebut karangan.

BACA JUGA  Tak Kuat Nahan Puasa Berjam-jam Jangan Tinggal di Kota Ini

Tradisi megibung ini biasanya diadakan ketika masyarakat melaksanakan upacara adat dan keagamaan, terutama di daerah Karangasem, misalnya dalam Upacara Yadnya seperti pernikahan, odalan di pura, ngaben, upacara tiga bulanan, dan hajatan lainnya.

Berdasarkan historisnya, umat Muslim memang telah menjadi bagian dari Bali dalam kurun waktu yang lama. Seperti halnya tradisi Megibung yang dilakukan oleh Kampung Islam Kepaon itu sudah berlangsung lama sejak mereka mendiami wilayah di Desa Pemogan, Denpasar Selatan sekitar abad ke-17. (Red)

Berita Terkait

Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda
Ela-ela, Tradisi Malam Lailatul Qadar di Keraton Kesultanan Ternate
Safari Ramadhan ke Desa Saketa, Bupati Halsel Beri Kejutan Untuk Imam Masjid
Mengejar 10 Hari Terakhir Ramadhan
Tak Pakai Pengeras Suara, Masjid Ini Ada Sebelum Wali Songo
Tak Kuat Nahan Puasa Berjam-jam Jangan Tinggal di Kota Ini
Lirik Geliat Ekonomi Kampung Ramadhan di Sula
Zakat Fitrah di Tikep Ditetapkan Rp 40 Ribu Perjiwa
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 00:23 WIT

Bawahan Ungkap Diperintah Purbaya Ambil Duit dari Kontraktor dan Dibawa ke Kediaman Gubernur Malut

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:44 WIT

Kasus Suap Eks Gubernur Malut, KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:20 WIT

Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:07 WIT

Soal Kelanjutan Proyek LPT, Ini Pernyataan Plt Kadis Dikbud Maluku Utara

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:00 WIT

Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:36 WIT

Jumlah Pengungsi Banjir Halmahera Tengah Capai 1.726 Orang 

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:25 WIT

KPK Deadline Pemda Pulau Morotai 

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:18 WIT

PKB Terbitkan B1-KWK untuk 4 Cakada di Malut, Sisanya Termasuk Cagub Menyusul

Berita Terbaru

Tim Kemensos saat menyalurkan bantuan ke korban banjir di Halmahera Tengah, Rabu  (24/7/2024).

Headline

Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir

Rabu, 24 Jul 2024 - 23:20 WIT

Piet Hein Babua dan Kasman Hi. Ahmad

Headline

Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut

Rabu, 24 Jul 2024 - 23:00 WIT

error: Konten diproteksi !!