Akibat ini, speedboat milik Puskesmas Laluin terpaksa tidak dapat beroperasi setelah karena tak ada mesinnya.
“Kalau tidak ada mesin bagaimana speedboat dapat beroperasi melayani pasien rujukan, karena tak ada mesin berdampak pada kegiatan puskesmas keliling atau pusling dan pelayanan pasien rujukan juga terpaksa harus menyewa transportasi milik warga Laluin,” ucap Ikra.
Selain mesin, modul tenaga surya beserta aki yang terpasang di Puskesmas Laluin ikut raib tanpa diketahui pelakunya.
“Anehnya, modul tenaga surya dan aki dicabut orang tanpa menyampaikan ke kantor Puskesmas. Makanya, padahal ini aset milik Puskesmas mestinya tidak dicopot begitu saja karena sangat mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Kayoa Selatan,” sesalnya.
Hingga berita ini dipublis, mantan Kapus Laluin, Hamid Ahmad belum berhasil dikonfirmasi mengenai aset berupa mesin 40 PK yang dibawa kabur itu. (RA/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!